Komunitas Seni Budaya Tionghua, Tatung dan Barongsai Nyatakan Dukung Paslon 3

 Sintang

Tim kampanye Paslon 3 dengan komunitas seni budaya Tatung dan Barongsai, Tionghua (1611S ).

Sintang, KRP.Com

 Komunitas seni budaya Tionghua, Tatung dan Barongsai, kabupaten Sintang, nyatakan dukung/pilih paslon 3 Yohanes Rumpak – Syarifuddin pada pilkada Sintang 9 Desember 2020 mendatang.

Dukungan itu disampaikan langsung pada kampanye paslon 3 yang digelar di halaman rumah salah satu pengurus seni budaya Tionghua daerah itu, Senin (16/11)

Selain pernyataan personil Komunitas Tatung dan Barongsai, sejumlah tokoh masyarakat Tionghua lainnya yang menghadiri acara itu juga nyatakan pilihan yang sama.

M.Simorangkir, salah satu orangtua dari personil Tatung Sintang mengungkapkan bahwa selama ini seni budaya Tionghua yakni Tatung dan Barongsai kurang mendapat perhatian pemerintah Sintang.

Padahal sambungnya, seni budaya itu di Kota Madya Singkawang contohnya, mampu menanghadirkan wisatawan sehingga menambah penghasilan ekonomi masyarakatnya.

Nah… kenapa di Sintang tidak mendapat perhatian untuk pegelaran seni budaya Tatung dan Barongsai, seperti Kota Singkawang, ini menjadi pertanyaan kami, Tapi pada pilkada tahun ini, apabila Yohanes Rumpak – Syrifuddin menang, mohon seni budaya Tionghua ini diperhatikan, pesan Simorangkir.

Warga Tionghua lainnya, Le berpesan, Bila Yohanes Rumpak  pimpin Sintang mohon pemasangan Lampion di hari Imlek Tiounghua dibebaskan alias tidak dilarang.

Kami warga Tiounghua tahun lalu trauma dengan pembongkaran /pelarangan Lampion dan peristiwa itu sejarah pertama kali di Sintang, pemerintah diintimidasi oknum masyarakat, ungkapnya.

Tim kampanye paslon 3 yang terdiri dari, FX Murniyanto, BP PDI-P DPC Sintang, Yes dari DPC Perindo, Toni dari BP Timses YES, Jesman Sianturi SH, dari FKBN-Pro YES.  

Secara bergiliran sebelumnya memaparkan visi/misi paslon 3 dan profil Yohanes Rumpak – Syarifuddin,  hingga makna, singkatan slogannya, Mandau Mengkilat, yaitu, Mandiri, Berdaulat, Mengayomi, Kerja Iklas, adil dan cepat.

Kemudian menjabarkan 7 bilah mandau mengkilat, tertuang dalam makna Sintang rebut kembali, maksudnya adalah,  membangun dan kena sasaran mensejahtrakan masyarakat Sintang kedepan, itulah Sintang Baru.

Lalu Merdeka, artinya bebas dari diskriminasi, rasis, pelarangan meriahkan hari besar agama, adat, Dipimpin Paslon 3, hal-hal ini semua tidak boleh terjadi di bumi Senentang, tegas Toni sekaligus menjawab aspirasi komunitas seni budaya warga Tionghua Sintang. (Nk/Js)

 

 

Author: 

Related Posts

Tinggalkan Balasan