PGRI Sintang Laksanakan Konfrensi VIII

 Sintang

Konfrensi VIII.

Sintang,KRP.Com

Bupati Sintang Jarot Winarno mengatakan, perubahan teknologi komunikasi yang begitu cepat, yang memberikan konsep belajar dimana saja,kapan saja dan dengan cara apa saja yang di sebut “merdeka belajar” namun konsep ini perlu banyak di pelajari dalam penerapan kepada seluruh pendidik dan tenaga kependidikan.

 

Seperti yang kita ketahui di Sintang dari 391 desa 46 persen nya tidak semua memiliki jaringan internet ini yang menjadi pekerjaan rumah kita sebagai sebagai pemerhati dunia pendidikan ini.

Hal ini dikatakan Jarot saat menghadiri Konfrensi VIII PGRI daerah itu di Pendopo Bupati Sintang pada (8/8) yang dihadiri sejumlah besar anggota dan pengurus daerah termasuk Ketua PGRI Provinsi Kalbar,  Prof, dr, Samiun M. Pd

Jarot melanjutkan, Atas hal tersebut, Insan PGRI harus tetap semangat dan jangan putus asa justru menjadi pemacu konsep merdeka belajar harus mampu menciptakan distribusi inovasi dan kreatifitas yang baru sehingga berbagai bentuk pembelajaran baru tercipta

 

Tantangan kita sebagai anggota PGRI luar biasa sebab masih banyak kesulitan kesulitan di Kabupaten Sintang ini yang harus di benahi untuk tenaga pendidik dengan ini,konferensi ini kita harus bersama sama berbenah dan saling menopang dalam mensejahterakan tenaga pendidik kita agar tetap semangat dalam mengemban tugas nya sebagai seorang guru, pesannya.

 

Ketua PGRI dr, Simiun mengatakan, Moto PGRI Independen,berjuang dan propesional, menjadi mitra strategis pemerintah dalam menghadapi persoalan pendidikan seogianya wajib dilaksanakan.

Namun, kita ketahui masih banyak tenaga pendidik dan tenaga kependidikan di kabupaten Sintang ini yang belum diperhatikan, mereka mengabdi sebagai pendidik namun jauh dari kata sejahtera,  ini lah situasi PGRI dalam tugas dan pungsinya saat ini, ungkap Simiun.

 

Tidak ada pegawai negeri yang paling banyak selain guru, namun permasalahan banyak yang harus di hadapi.

Disatu sisi, PGRI harus berperan aktif untuk mengawal semua tugasnya, yang lain berperan aktif sebagai mitra dengan pemerintah, tapi dalam mengatasi permasalahan guru jauh dari yang diharapkan, tegas Samiun

 

Dalam catatan PGRI Sintang sebanyak 6.000 orang menurut Samiun, jumlah ini sangat luar biasa apabila diberdayakan aktif membenahi pendidikan di kabupaten Sintang. (Humas/Js)

Author: 

Related Posts

Tinggalkan Balasan