Pimpin Apel Simulasi Krisis Kesehatan

 Sintang

kegiatan simulasi penanggulangan krisis kesehatan, kebakaran hutan dan lahan di Eks.

Sintang,KRP.Com

Bupati Sintang, Jarot Winarno, memimpin jalannya apel kegiatan simulasi penanggulangan krisis kesehatan, kebakaran hutan dan lahan di Eks. Lapangan Terbang Susilo Sintang (31/10).

Dalam amanatnya, Bupati Jarot Winarno mengatakan bahwa saat ini udara di Kabupaten Sintang sudah bersih dari asap kebakaran hutan dan lahan ketimbang beberapa bulan yang lalu.

Karena itu kita patut bersyukur, sebab di kota lain masih menghirup udara yang tidak sehat, standar pencemaran udara di daerah lain itu masih mencapai 156 partikulat meter, sementara kita di Sintang ini sudah bebas dari asap, ujar Jarot.

Masih kata Bupati Sintang, udara kotor yang disebabkan oleh asap kebakaran hutan dan lahan jauh lebih kecil dampak buruknya bagi kesehatan tubuh manusia, yang kita rasakan hanyalah iritasi pada mata, iritasi tenggorokan, iritasi kulit dan sampai gangguan pernapasan.

Maksudnya, penanggulangan kesehatan secara umum jauh lebih penting yang harus kita laksanakan, yaitu penanggulangan kesehatan sejak dini atas dampak Karhutla itu.

Tentunya, teman-teman tenaga medis, dengan adanya kegiatan ini dapat dibekali dengan keterampilan untuk menanggulangi efek buruk dari salah satuny Karhutla agar tidak mengganggu kesehatan kita, ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, dr. Harysinto Linoh menjelaskan, tujuan diselenggarakannya kegiatan simulasi penanggulangan krisis kesehatan akibat Karhutla adalah untuk melatih satu tim menangani krisis kesehatan akibat Karhutla tersebut.

Dalam simulasi para nara sumber berasalah dari Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Rumah Sakit Persahabatan, Pusat Pendidikan Kesehatan Angkatan Darat, dan Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat.

Simulasi kesehatan bukan hanya akiabat Karhutla saja tapi juga akibat bencana banjir, krisis kejadian Luar Biasa seperti penyakit rabies dan lainnya, tapi hari ini kita fokuskan untuk penanganan krisis kesehatan asap dari kebakaran hutan dan lahan saja, tuturnya.

Masih kata Kadinkes Sintang, kegiatan simulasi ini melibatkan berbagai lintas sektor, termasuk Polisi,TNI, BPBD,Dinas Sosial dan Manggala Agni, jelasnya. (Humas/Js).

Author: 

Related Posts

Tinggalkan Balasan