Pimpin Diskusi Pencegahan Karhutla dan Covid-19

 Sintang

Diskusi Pencegahan Karhutla dan Covid-19.

Sintang,KRP.Com

Bupati Sintang dr. H. Jarot Winarno, M. Med. PH, Rabu (15/7) pimpin diskusi kerawanan bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta penularan covid-19 di Pendopo Bupati Sintang.

Bupati menyebut, warga Sintang yang berladang supaya diatur, dibatasi dan dikendalikan, namun kearifan lokal harus mendapat tempat dan tidak perlu takut dengan ancaman proses hukum.

Pembakaran lahan oleh masyarakat semata-mata mengikuti  kearfian lokal dan ditanam dengan komoditas lokal seperti padi dan sayur.

Yang bakar lahan untuk tanam sawit dan sahang, tetap ditangkap. Peladang hanya boleh bakar maksimal 2 hektar per Kepala Keluarga.

Kalau ada pertanyaan warga, kenapa hanya boleh buat ladang 2 hektar padahal ini tanah kami sendiri. Jawab saja, ini perintah undang-undang” terang Bupati Sintang

Kita atur dan batasi dengan melapor kepala desa. Satu desa hanya boleh membakar ladang 20 hektar per hari. Sehingga membakar ladang ini dilakukan dengan gotong royong dan dikelola oleh perangkat desa bersama babinkamtibmas dan babinsa yang ada, sehingga kita juga turut mendukung program langit biru dari Kodam Tanjungpura” tambah Bupati Sintang

Bupati juga masih minta perlu sosialisasi Peraturan Bupati Sintang Nomor 18 Tahun 2020 yang lebih luas dan intensif. Sosialisasi hanya di 14 pusat kecamatan perlu diperluas.

Kita ini memiliki 391 desa dan 1000 dusun. Jadi kita perlu lakukan sosialisasi yang seluas-luasnya, pintanya.

Mengenai penanganan Covid 19, Bupati ingatkan tidak terjadi duet maut antara asap dan corona.

Kita tahu corona itu menyerang saluran pernapasan. Kalau kualitas asap menjadi buruk akan memperparah orang yang terjangkit corona.

Maka itu kita ingin mengurangi dampak ekonomi akibat penyebaran virus corona ini, sebab antara karhutla dan corona ini saling berkaitan, pesan Bupati Sintang itu.

Widian Sukri Kepala Bidang Ekonomi Bappeda Kabupaten Sintang menyampaikan bahwa Pemerintah harus menyiapkan data yang akurat.

Dari data yang akurat tersebut, kita akan melakukan analisa area rawan terbakar dan area potensi terbakar.

Kita perlu menyiapkan rencana dalam menghadapi karhutla, kita juga perlu strategi dalam menghadapi double trouble ini, lalu kita perlu mendata apa tantangan yang dihadapi Kabupaten Sintang dalam menghadapi bencana ini, ujar Widian.

Dalam diskusi tersebut, masing-masing Organisasi Perangkat Daerah di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Sintang menyampaikan langkah dan strategi untuk disiapkan menghadapi Karhutla dan pencegahan Covid-19. (Humas/Js)

Author: 

Related Posts

Tinggalkan Balasan