Pimpin Rapat Perayaan Harja Sintang 2019

 Sintang

Rapat koordinasi Persiapan Hari Jadi (Haria) Kota Sintang ke 657 Tahun 2019 di Ruang Rapat Sekda Sintang.

Sintang,KRP.Com

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sintang Dra. Yosepha Hasnah, M. Si pimpin rapat koordinasi persiapan Hari Jadi (Harja) Kota Sintang ke 657 Tahun 2019 di Ruang Rapat Sekda Sintang Rabu (27/3).

Rapat kali ketiga tersebut, merupakan rapat memantapkan pelaksanaan Harja Sintang dimana Sekda selaku ketua umum panitia.

Ia kemudian minta 5 perlombaan dan 6 kegiatan budaya supaya benar-benar di rencanakan dengan baik, khususnya pelaksanaan lomba sampan bidar.

Menurutnya, lomba sampan bidar yang nantinya di ikuti kab/kota se-Kalimantan Barat, artinya perlu pelaksaan yang baik sehubungan peminat lomba ini bakal banyak, demikian juga yang menyaksikan.

Selain itu, saran Sekda dalam rapat, acara seremonial-pun supaya diperhatikan dengan cermat.

 Terhadap acara pelaksanaan Gebyar Budaya misalnya, Sekda tegaskan kepada seluruh OPD untuk ikut.

Sy. Yasser Arafat Sekretaris Umum Panitia menjelaskan, Kegiatan Harja Sintang akan di mulai pada sepuluh hari setelah Pemilu tepatnya 27 April 2019, dan sebelum puasa ramadhan dimulai.

Untuk logo Harja Sintang tahun ini dan tema sudah dirancang oleh Wakil Bupati Sintang periode 2000-2005 Drs.H. Ade Kartawijaya.

Dalam logo ini ada gambar perahu Jubair Irawan saat berangkat dari Sepauk ke Sintang, rencananya perahu ini akan dibuat replikanya  di sekitar keraton sehingga menjadi obyek kunjungan wisata budaya dan sejarah, lanjut Yaser.

Kami juga sudah rancang kegiatan yang murah meriah tetapi bisa dihadiri banyak warga dan menyasar kaum milenial.

Mengenai gelar budaya nanti, kita akan libatkan pelajar, OPD dan sanggar, Kita sedang pertimbangkan untuk memberikan bantuan dana kepada sekolah dan sanggar supaya mereka bisa membuat kreasi pakaian yang unik dan menarik karena peserta akan dinilai oleh panitia” terang Sy Yasser Arafat.

  1. Ade Kartawijaya menyampaikan bahwa pelaksanaan Gelar Budaya harus mengusung tema Bhineka Tunggal Ika wujud Sintang adalah kita.

Nanti saat gelar budaya, semua etnis harus ikut. Sintang adalah rumah kita bersama. Kami dari MABM juga akan menampilkan acara ritual pengantin Melayu yang asli seperti jaman dulu supaya generasi muda tahu adat Melayu jaman dulu terang H. Ade Kartawijaya. (Humas/Js)

 

Author: 

Related Posts

Tinggalkan Balasan