Pimpin Upacara Pemberian Remisi

 Sintang

Upacara Pemberian Remisi.

Sintang,KRP.Com

Bupati Sintang, Jarot Winarno, pimpin jalannya upacara pemberian remisi kepada warga binaan Lembaga Pemasyarakatan kelas II B Sintang (17/8/2019).

Turut hadir dalam acara  itu, Wakil Bupati Sintang, Drs. Askiman, MM, Ketua DPRD Kabupaten Sintang, Jeffray Edward, Kapolres Sintang, jajaran forkopimda serta para pimpinan OPD dilingkungan Pemkab tersebut.

Dalam sambutan menteri hukum dan hak asasi manusia yang dibacakan bupati Jarot winarno mengatakan, dengan adanya pemberian remisi atau pengurangan masa pidana ini para warga binaan dapat patuh dan taat hukum.

Menkumham menyebut, bahwa kondisi Lapas atau Rutan menjadi perhatian pemerintah, misalnya memperhatikan kelebihan penghuni diatas 100%, apalagi ditambah dengan dugaan pengendalian dan peredaran narkoba.

Penyalahgunaan ponsel, pungutan liar, ini semua akar masalah sehingga pemerintah sedang melakukan upaya pembenahan melalui program revitalisasi penyelenggaraan pemasyarakatan, ucapnya.

Maka dari itu pesan Menkumham, seluruh warga binaan pemasyarakatan yang pada hari ini mendapatkan remisi, khususnya yang bebas hari ini, jadilah insan yang taat hukum, insan yang berakhlak dan berbudi luhur, serta insan yang mempunyai makna dan berguna dalam hidup dan kehidupan.

Sementara itu, Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Sintang, Toro Wiryanto melaporkan yang mendapatkan remisi dihari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-74 tahun 2019, semula di usulkan 269 orang tetapi yang disetujui 257 orang, dengan rincian sebagai berikut.

Normal remisi sebanyak 175 orang, remisi umum 2 sebanyak 10 orang, remisi umum 1 PP 28 sebanyak 1 orang, remisi umum 1 PP 99 sebanyak 64 orang, remisi umum 2 PP 99 sebanyak 7 orang, keseluruhannya ada 257 orang.

Masih kata Toro Wiryanto dalam laporannya menjelaskan ruang lingkup Lembaga Pemasyarakatan kelas II B Sintang, yaitu pembinaan kepribadian, peningkatan Ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, kesadaran berbangsa dan bernegara, intelektual, sikap perilaku, kesehatan jasmani dan rohani, serta memberikan kesadaran hukum, kemudian pembinaan kemandirian meliputi pembinaan keterampilan kerja dan latihan kerja, ucapnya. (Humas/Js)

 

Author: 

Related Posts

Tinggalkan Balasan