Ponpes Darul Ma’rif, Peringati Hari Santri

 Sintang

peringatan Hari Santri Ke 5 Tahun 2019

Sintang,KRP.Com

Bupati Sintang dr H. Jarot Winarno, M. Med. PH menjadi inspektur upacara peringatan Hari Santri Ke 5 Tahun 2019 di Halaman Pondok Pesantren Darul Ma’arif Sintang (26/10).

Dalam amanat Menteri Agama yang dibacakan bupati, antara lain berpesan, pertama pesan Presiden Joko Widodo agar santri memperhatikan tema hari santri dari tahun ke tahun sejak di tetapkan 2015 yang lalu.

Tahun ini, hari santri bertema “Santri Indonesia untuk Perdamaian Dunia”. Isu perdamaian diangkat berdasar fakta bahwa sejatinya pesantren adalah laboratorium perdamaian.

Pesantren merupakan tempat menyemai ajaran Islam rahmatanlilalamin, Islam ramah dan moderat dalam beragama. Sikap moderat dalam beragama sangat penting bagi masyarakat yang plural dan multikultural.

Dengan cara seperti inilah keragaman dapat disikapi dengan bijak serta toleransi dan keadilan dapat terwujud. Semangat ajaran inilah yang dapat menginspirasi santri untuk berkontribusi merawat perdamaian dunia, terang Bupati Sintang.

Kedua, mengenai metode mengaji dan mengkaji, Selain mendapatkan bimbingan, teladan dan transfer ilmu langsung dari kiai, di pesantren diterapkan juga keterbukaan kajian yang bersumber dari berbagai kitab, bahkan sampai kajian lintas mazhab.

Tatkala muncul masalah hukum, para santri menggunakan metode bahsulmasail untuk mencari kekuatan hukum dengan cara meneliti dan mendiskusikan secara ilmiah sebelum menjadi keputusan hukum.

Melalui ini para santri dididik untuk belajar menerima perbedaan, namun tetap bersandar pada sumber hukum yang otentik.

Ketiga, Para santri biasa diajarkan untuk khidmah (pengabdian). Ini merupakan ruh dan prinsip loyalitas santri yang dibingkai dalam paradigma etika agama dan realitas kebutuhan sosial.

Keempat, Pendidikan kemandirian, kerja sama dan saling membantu di kalangan santri. Lantaran jauh dari keluarga, santri terbiasa hidup mandiri, memupuk solidaritas dan gotong-royong sesama para pejuang ilmu.

Kelima, Gerakan komunitas seperti kesenian dan sastra tumbuh subur di pesantren.Seni dan sastra sangat berpengaruh pada perilaku seseorang, sebab dapat mengekspresikan perilaku yang mengedepankan pesan- pesan keindahan, harmoni dan kedamaian.

Adapun alasan yang keenam adalah lahirnya beragam kelompok diskusi dalam skala kecil maupun besar untuk membahas hal-hal remeh sampai yang serius.

Ketujuh, Merawat khazanah kearifan lokal. Relasi agama dan tradisi begitu kental dalam kehidupan masyarakat Indonesia, Pesantren menjadi ruang yang kondusif untuk menjaga lokalitas di tengah arus zaman yang semakin pragmatis dan materialistis.

Kedelapan, Prinsip Maslahat (kepentingan umum) merupakan pegangan yang sudah tidak bisa ditawar lagi oleh kalangan pesantren.Tidak ada ceritanya orang-orang pesantren meresahkan dan menyesatkan masyarakat.Justru kalangan yang membina masyarakat kebanyakan adalah jebolan pesantren, baik itu soal moral maupun intelektual.

Kesembilan, Penanaman spiritual. Tidak hanya soal hukum Islam (fikih) yang didalami, banyak pesantren juga melatih para santrinya untuk tazkiyatunnafs, yaitu proses pembersihan hati. Ini biasanya dilakukan melalui amalan zikir dan puasa, sehingga akan melahirkan fiki.ran dan tindakan yang bersih dan benar. Makanya santri jauh dari pemberitaan tentang intoleransi, pemberontakan, apalagi terorisme.

Di samping alasan pesantren sebagai laboratorium perdamaian, keterpilihan Indonesia sebagai Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBS) sejak 2 Januari 2019 hingga 31 Desember 2020, dimana bargaining position Indonesia dalam menginisiasi dan mendorong proses perdamaian dunia semakin kuat dan nyata, menjadi momentum bagi seluruh elemen bangsa, terutama kalangan santri Indonesia agar turut berperan aktif dan terdepan mengemban misi dan menyampaikan pesan- pesan perdamaian di dunia internasional.

Sementara Drs. KH. M. Ghozali, M.H Pimpinan Pondok Pesantren Darul Ma’arif  Sintang menyampaikan bahwa upacara hari santri ini diikuti oleh para santri yang berada di pondok pesantren dan sekolah yang dikelola Yayasan Darul Ma’arif Sintang.    

Hadir dalam upacara tersebut, H. Usmandy anggota DPRD Provinsi Kalbar dari Partai Golkar, H Senen Maryono anggota DPRD Sintang dari Partai Amanat Nasional, pengurus dan pengajar di Pondok Pesantren. (Humas/Js)

Author: 

Related Posts

Tinggalkan Balasan