Potong Tandan Sawit, Bupati Sintang Panen Perdana

 Sintang

panen perdana kebun sawit milik Koperasi Produksi Raja Swa

Sintang,KRP.Com

Bupati Sintang dr H Jarot Winarno melakukan panen perdana kebun sawit milik Koperasi Produksi Raja Swa pada Kamis, (24/10) di Desa Bangun Kecamatan Sepauk.

Dihadapan pengurus dan anggota Koperasi Produksi Raja Swa dan Manajemen PT Kencana Alam Permai, Bupati Sintang menegaskan bahwa dalam membangun kebun sawit tidak boleh menganggu lahan gambut dan tidak membuka lahannya dengan cara dibakar.

Di Sintang ada 48 perusahaan  sawit tetapi yang sudah memiliki sertifikat RSPO hanya dua perusahaan saja.

Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) adalah, predikat berupa sertifikat internasional yang diberikan kepada perusahaan yang mematuhi aturan dimaksud.  

Dengan memegang sertifikat RSPO mereka bisa jual minyak sawit ke dunia internasional dan dengan harga yang tinggi, dan pemerintah Sintang mendorong perusahaan agar mendapatkan RSPO tersebut, jelas Jarot.

Syarat mendapatkan sertifikat RSPO adalah, tidak membuka lahan di kawasan hutan,  memperhatikan hak-hak karyawan, tidak memperkerjakan  anak dan tidak membuka lahan dengan cara membakar, lanjut Bupati Sintang.

Di Kabupaten Sintang sambung Jarot, ada 152 koperasi kebun. namun yang sehat hanya 70 koperasi saja, Sisanya hidup segan mati tak mau.

Yang terbaik dari 70 koperasi tersebut adalah Koperasi Rimba Harapan di Binjai Hulu dan Koperasi Produksi Raja Swa di Sepauk ini.

Maka itu, harapan saya, Koperasi ini akan menjadi contoh bagi koperasi lain. kebunnya masih milik kita.Tetapi yang kelola adalah perusahaan.

Saya berharap, meskipun saat ini kebun milik koperasi ini dalam satu hektar hanya mampu menghasilkan 500-700 kilogram saja. Tetapi saya mendorong terus agar koperasi bisa memperbaiki produktivitas kebunnya sampai menghasilkan 3-5 ton per hektar, tambah Bupati Sintang

Saat ini masih  sangat banyak desa yang memiliki lahan luas, bukan merupakan lahan gambut, bukan hutan lindung. bukan bagian dari konsesi perusahaan.

Tetapi mereka bingung bentuk kerjasama yang akan dibangun dengan perusahaan sekitarnya.

Di sini contoh yang baik. Buat koperasi atau masyarakat lain yang ingin membangun  kebun  sawit silahkan datang dan belajar ke sini. Ajaknya.

Perusahaan sawit yang tidak benar akan kita cabut ijinnya. Sejak saya memimpin Sintang ini, sudah ada 7 perusahaan yang tidak benar saya cabut ijinnya, ungkapnya.

Darius Anu Ketua Koperasi Produksi Raja Swa Desa Bangun menyampaikan rasa bangga karena panen perdana kebun mitra mandiri bisa dilakukan  oleh Bapak Bupati Sintang.

Awalnya kami memang menentang kedatangan sawit di daerah kami. tetapi kasrenas ada solusi dari PT Kencana Alam Permai makas kami terimas.

Saat ini ada 45 orang tenaga kerja dengan upah UMR dan jaminan kesehatan yang bekerja di kebun milik koperasi, measki ada masalah dilapangan, tetapi berkat komunikasi yang baik masalah itu bisa diatasi, kisah Darius.

Masih menurut Dasrius, Koperasi yang mereka memiliki 141 persil sertifikat dari 69 anggota dan pihaknya menargetkan bisa panen dalam satu bulan mencapai 100 ton.

Kepala Desa Bangun Natalis menyampaikan rasa senangnya karena para petani sawit mandiri bisa dibina dengan baik oleh pihak perusahaan.

Dengan seperti ini masyarakat bisa menjadi tuan di tanahnya sendiri, dan Saya berharap ekonomi masyarakat warga Desa Bangun semakin baik, katanya.

Billy dari Perwakilan Solidaridad Kabupaten Sintang menyampaikan bahwa lembaganya mendukung program komoditas berkelanjutan seperti pola kemitraan masyarakat dengan perusahaan ini.

Karena disini ada upaya untuk menyeimbangkan pembangunan sosial budaya, ekonomi, lingkungan dan pemerintahan, maka. lembaga kami memperhatikan upaya petani mandiri terutama petani sawit, katanya. (Humaas/Js)

Author: 

Related Posts

Tinggalkan Balasan