Program 1.000 Lanting, Jarot – Askiman Tidak Paham

 Sintang

Suasana Debat Cawabup Sintang.

Sintang,KRP.Com

Program 1.000 lanting yang disajikan Rumpak-Syarifuddin, pendukung liga sebelah menganggabnya mustahil, anehnya, pikiran liga sebelah masyarakat buang hajat di sungai.

Padahal program 1.000 adalah, sebuah bentuk pemberdayaan anugrah dari Tuhan yaitu Sungai untuk sumber ekonomi masyarakat.

Pinggiran sungai akan ditata untuk menjadi destinasi sungai, untuk istrahat dan di lanting itu ada kegiatan ekonomi, jadi 1.000 lanting dibangun jangan lalu pikirannya buang jamban disana, jelas Rumpak.

Mengapa konsep 1000 lanting ditawarkan Mandau Mengkilat, jawabnya adalah lanting/rumah terapung akan dijadikan sebagai tempat yang nyaman bagi masyarakat Sintang, hingga Ngenyan (Betah)

Di lanting tersebut proses sosialisasi banyak hal termasuk kebudayaan timbul dan terealisasi disana, lanting akan menjadi sumber inspirasi, ada titik temu, para penjual dan pembeli, tempat persinggahan-arus pergi dan pulang, lanting sebagai ruang pariwisata baru.

Ini adalah solusi pemberdayaan alam sungai yang tidak dipikirkan banyak pihak selama ini, padahal peradaban masyarakat Sintang disumbang oleh sungai. Tapi dalam konteks masyakarat saat ini, sungai harus difungsikan sebagai tempat pertumbuhan ekonomi baru. ini tawaran yang baik.

Tentu lanting yang dimaksud adalah lanting yang nyaman tanpa melihat orang buang hajat secara terbuka, karena memang pada konsep lanting sebenarnya yang ditawarkan dalam program adalah tempat pariwisata dan dermaga atau persinggahan yang nyaman.

Program 1000 lanting ini hanya orang berpikir maju yang menerima, karena ada peluang usaha dan pertumbuhan ekonomi. Tapi jika dipandang negatif, mungkin orang tersebut takut kalau tidak bisa lagi buang hajat di sungai, tanggab pendukung Mandau Mengkilat (Yogen/Js)

Author: 

Related Posts

Tinggalkan Balasan