Reses Ketua Komisi V DPRRI Digoreng-goreng !?

 Sintang

Anderson Ketua Advokasi Pemenangan paslon PDIP.

Sintang, KRP.Com

Reses Ketua Komisi V DPRRI Lasarus S.Sos, di Desa Merpak kecamatan Kelam Permai, 10/10/2020 lalu, yang dihadiri 1.700 orang, diplintir sekelompok masyarakat yang kemudian disuarakan seorang nara sumber bernama   Tobias Ranggie, SH seorang praktisi hukum di Pontianak Kalbar.

Dalam  1- 2 media sosial [ Medsos] Tobias Ranggie menyebut banyak hal telah terjadi, saat dan sesudah pertemuan Lasarus dan tim resesnya dengan masyarakat perwakilan 391 desa yang menghadiri acara itu, diantaranya dugaan klaster baru covid 19, penyebutan nama paslon 3 dan bagi – bagi uang.

Disalah satu media itu, Ranggie juga menyinggung Satgas Covid 19 dan Bawaslu Sintang yang seolah tak mengetahui kegiatan Reses Lasarus.

Atas berita medsos ala Ranggie tersebut, media ini mencoba konfirmasi panitia reses Lasarus, elemen masyarakat yang hadir termasuk Anderson Ketua Advokasi Pemenangan paslon PDIP.

Anderson yang duluan berhasil di hubungi media ini, ternyata telah siap buat klarifikasi berita yang nara sumbernya Tobias Ranggie.

Anderson yang kemudian diminta tanggapannya atas berita tersebut, menjelaskan secara proporsional acara Lasarus, terlebih posisi paslon 3 Yohanes Rumpak, yang dikait-kaitkan tanpa bukti.

Pertama klarifikasi Anderson, Sampai hari ini, 17/10/2020 Cabup paslon 3 Yohanes Rumpak dan keluarganya sehat-sehat saja, tidak seperti yang diberitakan, demikian juga calon wakilnya Syarifuddin dan kelurganya, semua baik dan sehat, sehingga terima tamu yang terjadwal berjalan lancar sampai hari ini.

Kedua, Saat acara reses Lasarus di Desa Merpak 10/10 2020, pak Yohaes Rumpak tidak hadir disana, bahkan pak Yohanes tau begitu banyaknya warga yang datang di sana, justru dari beritanya Tobias, jadi sekali lagi mengenai kegiatan pak Lasarus tidak diketahui pak Yohanes, diundang-pun tidak, clear itu, jelas Anderson,

Ketiga menurut Anderson, mengait-ngaitkan kegiatan reses Lasarus dengan Pilkada Sintang dan menyebut kampanyekan nama paslon, sangat disayangkan dari seorang praktisi hukum, mencampuradukkan 2 hal berbeda, ini namanya mengoreng isu. pembentukan opini negatif apalagi buat seorang perwakilan rakyat yang melaksanakan reses,

Lasarus dalam pertemuannya dengan konstituennya itu hak dan kewajibannya dalam bentuk apa saja, banyak alasannya kenapa di satu tempat, yang pasti konstituennya bersedia karena kaitan nyerap aspirasi dan sosialisasi rancangan UU perlindungan masyarakat, betul itu, jangan di plesetin, ujarnya.

Hal ini kalau tidak cepat kami klarifikasi, mungkin saja membuat masyarakat tersesat, sambungnya seraya menyebut, bahwa kewajiban seorang anggota dewan apalagi kedudukan sebagai ketua komisi di DPRRI pastilah mengerti protokol pertemuan dengan siapa saja.

Jadi tidak seperti yang disebut pak Tobias, harus ada Forkopimda dan sebagainya, lucu menurut saya hal itu dikomentari seorang praktisi hukum, imbunhya,

Pun dengan yang hadir, paham kapasitas mereka wajib atau tidak hadir disana, artinya karena yang undang wakilnya di DPRRI, mereka wajib hadir dan saya pastikan kehadiran mereka sesuai protokol kesehatan saat pandemi ini, maka itu sebaiknya pak Tobias tanya panitianya, ujarnya.

Selanjutnya Anderson klarifikasi hal penting lainnya adalah soal peningkatan angka covid 19 di Sintang, Anderson menolak kalau ada orang menyebut angka covid 19 bertambah setelah ada sweb tes bagi yang menghadiri reses Lasarus,ini pernyataan menyakiti hati yang hadir disana.

Lagi-lagi isu ini menurut Anderson tidak manusiawai, padahal faktanya Sintang diantara 14 kab / kota di Kalbar selalu menempati pasisi teratas, kenapa demikian tentunya pemerintah yang lama yang paling tahu, kebetulan seorang dokter, katanya.

Kemudian, gugus tugas covid 19 yang diminta proses klaster Ketua Komisi V DPR adalah usul mengada-ada demikian pula Bawaslu untuk menegur Lasarus adalah bentuk pembentukan opini, sehingga kami pun bertanya atas berita ini, pak Tobis Ranggie ini, praktisi hukum atau tim sukses salah satu paslon, tanyanya seraya mengahiri klarifikasinya bahwa berita Tobias Ranggie tidak benar.  [Js]  

 

 

Author: 

Related Posts

Tinggalkan Balasan