Paslon 3 Kuasai Debat Cabup Sintang

 Sintang

Asdi.

Sintang, KRP.Com

Debat Cabup – cawabup Sintang (1/12) yang dihelat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sintang, menurut sejumlah warga Sintang yang mengikutinya, tidak menarik lantaran cawabup paslon 1 Sudiyanto dan cawabup 2 Hatta, minim bicara.

Beda dengan cawabup paslon 3 Syarifuddin, nyaris sama porsinya bicara dengan Cabupnya Yohanes Rumpak.

Kenapa ini demikian, biarlah masyarakat Sintang yang menilai.

Bahkan menurut warga, dari debat itu dapat ditebak, bahwa seandainya diantara paslon 1 dan 2 menangi pilkada, peran wakil bupati tak ubahnya ban serab saja.

Adalah Asdi, tokoh pemuda Serawai yang mengikuti tuntas debat Cabup-cawabup Sintang itu, mengaku heran kenapa kedua cawabup itu tak diberi kesempatan bicara oleh Cabupnya.

Apakah disesi I pembacaan visi dan misi, sesi II pendalaman visi dan misi serta sesi III pertanyaan antar paslon, bahkan sesi debat-pun tidak diberi kesempatan, padahal masih ada waktu yang diingatkan moderator.

Hanya satu kali saja 2 cabup itu bicara, itu-pun nyambung apa kata Cabupnya, maksudnya tidak ada yang beda dari apa kata Cabupnya.

Saya menunggu ada tambahan jawaban atau bantahan dari cawabup eh… nyatanya malah cuku-kecukup jawabnya ke moderator, tiru Asdi.

Asdi kemudian beri poin debat Cabup Sintang tidak berimbang, pasalnya, banyak topik dari penelis untuk perdalam visi/misi ke 3 paslon, hanya paslon 3 saja secara bergantian (Cabup dan Cawabupnya) jawab, sanggah dan menjelaskan.

Sedangkan paslon 1 dan 2 Cabupnya mendominasi jawab, sanggah dan menjelaskan, sudah mendominasi-banyak tak nyambung lagi, komen Asdi.

Misalnya, kemiskinan, soal korupsi, angka kematian Ibu dan Bay, stanting, narkoba yang ditanya Paslon 3, jawaban paslon 1 dan 2 ngelantur.

Paslon 1 jawab, tidak ada korupsi dan mengaitkannya dengan regulasi dan peran stakholder, bahkan persoalan itu kata Jarot bila terpilih akan dituntaskan…ha..ha..

Lebih ngaur lagi jawaban Cabup paslon 2 mengaitkannya dengan kurangnya tenaga honor, kurangnya sosialisasi dan perlunya pelatihan, jawaban ini melenceng jauh.

Kemudian di debat terbuka, ketika paslon 1 menanyakan program 1.000 lanting paslon 3, justru dianggab paslon 1 tidak mungkin, namun ketika dijelaskan Yohanes Rumpak, apa itu maksud 1.000 lanting, Jarot yang bertitel dokter itu, diam kemudian.

Lagi yang aneh menurut Asdi, dari mulai opening visi/misi paslon, hanya paslon 3 yang terlihat tenang, dan optimis kuasai debat, dan terbukti. (Nk/Js)

Author: 

Related Posts

Tinggalkan Balasan