Sekda Motivasi Pengrajin Ensaid Panjang

 Sintang

Betang Ensaid Panjang Dusun Rentap Selatan Desa Ensaid Panjang

Sintang,KRP.Com

Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang Dra. Yosepha Hasnah, M. Si mengunjungi Betang Ensaid Panjang Dusun Rentap Selatan Desa Ensaid Panjang Kecamatan Kelam Permai (27/10)  di dampingi Kalfor Project-UNDP, Camat Kelam Permai dan sejumlah pejabat dari Organisasi Perangkat Daerah di lingkungan Pemkab Sintang.

Sekda Yosepha, dalam dialog dengan puluhan Ibu-ibu penenun dan tokoh masyarakat di sana, banyak memberikan motivasi dan dorongan agar para pengrajin tenun mampu membuat bentuk kerajinan ikutan dari tenun ikat misalkan dompet, sampul buku, tas dan bentuk kerajinan lain yang masih memanfaatkan kain tenun ikat.

Saya ingin mengajak pengrajin tenun untuk membuat produk ikutan dari tenun ikat. Kain tenun yang sudah dibuat oleh ibu-ibu harus di kembangkan lagi ke produk atau bentuk lain seperti tas, baju, dompet, dan sampul buku sehingga harganya menjadi lebih bervariasi dan lebih mudah menjualnya.

Kalau hanya ada kain tenun tentu harganya mahal dan agak sulit kalau dijadikan oleh-oleh” terang Yosepha Hasnah.

Produk ikutan dari tenun ikat ini bahan dasarnya tetap tenun tetapi menghasilkan produk lain. Bahkan bisa juga dari sisa kain tenun yang terpotong atau tidak dipakai bisa digunakan untuk memodifikasi produk lain.

Kalau memang ibu-ibu disini berminat, kami akan  siapkan tim yang akan mendampingi ibu-ibu membuat produk ikutan dari tenun ikat ini sampai bisa, ajak Yosepha Hasnah.

Pendampingan oleh tim itu juga akan diberikan secara gratis. Sampai ibu-ibu berhasil memodifikasi produk yang ada.

Saya mendorong ini karena melihat akan adanya kemajuan pariwisata di Sintang ini dan Betang Ensaid Panjang menjadi salah satu tujuan utama pariwisata di Sintang, ungkapnya.

Desi dari Kalfor Project-UNDP menyampaikan bahwa pihaknya melihat jumlah penenun semakin bertambah dan jumlah pengunjung juga semakin ramai.

Kami ingin memperkuat pengelolaan hutan di area penggunaan lain atau APL. Kami mendorong pemanfaatan hutan untuk kesejahteraan rakyat di sekitar hutan.

Kami ingin menyelamatkan hutan di sekitar perkebunan sawit tetapi masyarakat masih tetap bisa memanfaatkan hutan tersebut.

Nah caranya adalah dengan pendampingan seperti ini, masyarakat Ensaid Panjang ini kami lihat kompak, Jadi wisatawan yang datang tidak hanya mau lihat betang dan beli kain tenun saja.

Tetapi juga beli produk lain  seperti melihat dan mandi ke  air terjun yang terdekat yang saat musim hujan ini sangat bagus terang Desi.

Nelson Tambunan sebagai vocal point program kehutanan juga mendorong agar tempat wisata Betang Ensaid Panjang juga ditambah satu tujuan wisata lagi sebagai sebuah paket wisata yakni wisata menuju hutan di sekitar betang ini.

Wisata ke sini bisa bertambah dan Betang Ensaid Panjang semakin diminati wisatawan” terang Nelson Tambunan

Rikardus Simbai Kepala Dusun Rentap Selatan menjelaskan di sekitar Betang Ensaid Panjang  ada 5 kawasan hutan yang akan dijadikan  tempat wisata.

Tiga hutan sudah ada surat keputusan Bupati Sintang sebagai lokasi eko wisata. Dua hutan belum di SK kan. Kami pernah buat jalan setapak untuk patroli dan menjaga hutan mungkin sudah tertutup semak.

Pinin Ketua BPD Desa Ensaid Panjang menyampaikan  sangat mendukung pemanfaatan lima hutan sebagai lokasi eko wisata, tinggal bangun jalur jalan kaki nya saja, terang Pinin.

Fransiskus Sigit Ketua KPH Sintang Utara menyampaikan bahwa hutan  di sekitar Ensaid Panjang harus dimanfaatkan tanpa mengganggu ekosistem yang ada.

Maryadi Camat Kelam Permai menyampaikan motif tenun ikat di sini sangat variatif sehingga sebenarnya sangat mudah dikembangkan ke dalam produk turunannya.

Juanti (35) salah satu pengrajin tenun menyampaikan sangat tertarik dengan tawaran yang disampaikan Ibu Sekda. “sangat tertarik. Tapi harus didampingi sampai bisa.

Jangan setengah-setengah, Mendampingi kami juga harus di betang ini, bukan kami yang dibawa ke Sintang, pinta Juanti.

Sementara Paula Maina (42) pengrajin tenun yang lainnya juga menyampaikan ketertarikan dengan program yang ditawarkan oleh Ibu Sekretaris Daerah, pasti maulah,  Itukan hal yang baru dan sangat boleh dicoba, sambut Paula Maina. (Humas/Js)

Author: 

Related Posts

Tinggalkan Balasan