Sekda Sintang Resmikan Gereja Katolik

 Sintang

Peresmikan Gereja Katolik di Nanga Kemangai Kecamatan Ambalau.

Sintang,KRP.Com

 

Salah satu bentuk perwujudan dari visi pemerintah Kabupaten Sintang adalah memberikan bantuan hibah keuangan kepada gereja setiap tahun, tujuannya agar pembangunan rumah-rumah ibadah layak digunakan.

 

Tidak hanya ke gereja, bantuan ke panti, wisma, dan yang lain juga diberikan yang tujuannya sama yakni, untuk meningkatkan iman setiap umat beragama.

 

Demikian ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Sintang Dra Yosefa Hasnah, Kamis (27/8) saat meresmikan Gereja Katolik Paroki Santa Maria Tanpa Noda di Nanga Kemangai Kecamatan Ambalau.

 

Sekda menambahkan, Pemerintah daerah sangat mengharapkan peran dan bantuan semua umat beragama, para pemuka agama termasuk para imam dan tokoh gereja serta tokoh masyarakat.

 

Bantuan berupa kontribusi, partisipasi aktif dan nyata dalam mengatasi berbagai krisis dan tantangan yang kita hadapi.

 

Misalnya, dimasa pandemi covid-19 yang masih melanda dunia dan Indonesia tidak terkecuali di Ambalau ini, maka kepada kita semua agar senantiasa mengikuti protokol kesehatan seperti menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak minimal 1 meter serta tetap menjaga kesehatan” pesan Sekda Sintang.itu.

 

 

Senbelumnya, Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita di pintu masuk gereja oleh Sekda dan pembukaan pintu oleh Uskup Sintang. Mgr. Samuel Oton Sidin, OFM. Cap didampingi Pastor Paroki Santa Maria Tanpa Noda Vincensius Yakobus, Pr beserta 6 orang pastor.

 

Usai pengguntingan pita, dilanjutkan pemberkatan gedung gereja oleh Uskup Sintang.

 

Uskup Sintang Mgr. Samuel Oton Sidin, dalam ceramahnya menyampaikan rumah ibadah merupakan tempat khusus bagi manusia untuk berkomunikasi dengan Tuhan secara khusus.

 

Berkomunikasi dengan Tuhan memang tidak mengenal waktu dan tempat, tetapi berdoa di rumah ibadah lebih khusus. Sambungnya.

 

Ia kemudian mengajak jemaat agar memperlakukan dengan hormat rumah ibadah ini. sebaliknya tidak boleh memperlakukan  gereja ini seperti gedung biasa.

 

Saya ucapkan terima kasih kepada pemkab Sintang atas bantuan dan kerjasamanya, demikian pula kesemua umat yang kompak dan bersatu membangun gereja ini.

 

Kepada donator yang menyumbangkan dana dan bahan bangunan, terimakasih, Tuhan memberkati kita semua ujar Uskup.

 

Sariyanto Potik Ketua Dewan Pastoral Paroki Santa Maria Tanpa Noda Ambalau menyampaikan, Paroki Ambalau memiliki 33 stasi dengan jumlah umat 11. 872 orang.

 

Tantangan pembinaan umat di Paroki Ambalau adalah jarak yang jauh dan hanya bisa menggunakan jalur sungai saja.

 

Matius Junis Ketua Panitia Pembangunan gereja menyampaikan, perencanaan pembangunan gereja. dimulai 2010 dan mulai dibangun 9 Desember 2016 .

 

Yohanes Rumpak Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat yang juga hadir pada peresmian itu menyampaikan bahwa gedung gereja ini penting tetapi lebih penting lagi aktivitas di dalam gereja.

 

Aktifitas harus bisa hidup dan berkembang demi menumbuhkan serta menguatkan iman umat, katanya.(Humas/Js)

Author: 

Related Posts

Tinggalkan Balasan