SMPN 09 Nenak Tembulan, Operasional 2020

 Sintang

Agustinus Dwiantoro dan Gedung SMPN 09 Nenak Tembulan.

Sintang,KRP.Com

Gedung SMP Negeri 9 Nenak Tembulan, Desa Merti Guna, bulan Desember 2019 dipastikan rampung.

 “Sekolah ini, dikerjakan selama 200 hari kalender, sepertinya terkejar Desember ini, sehingga rencana Januari 2020 memasuki semester 2 sudah disekolah ini”.

“Sekarang tinggal finishing saja beberapa bagian gedung utama, sementara yang lainnya pekerjaan minor, halaman, dikebut siang malam (lembur) untuk mengejar target Desember”

Demikian Plt Kepsek SMPN 09 Nenak Tembulan, Agustinus Dwiantoro kepada media ini belum lama ini, menjelaskan upaya panitia yang dipimpinnya membangunan sekolah itu.

Lagi lagi diungkapkan Dwi, agar sesuai waktu yang diberikan (200 hari –red) panitia dan konsultan terus jalin koordinasi di lapangan, pemerintah daerah dan ke pusat, supaya pembangunan USB sesuai waktu dan perencanaan.

Termasuk kepada para kepala tukang, target Desember kita beritahukan supaya lebih giat menyelesaikan setiap aitem USB yang ditangani masing-masing, lanjut Dwi.

Mengenai USB-SMPN 9 sendiri, Dwi menjelaskan pada tahun 2019 baru memiliki 7 siswa/i dan sekarang masih menumpang di SDN 29 yang juga sebagai cakupan SMP 9.

Tenaga pengajar terdiri dari 3 PNS, termasuk Dwi sendiri Plt Kepsek, sisanya honorer.

Nah… karena masih menumpang di SD cakupan, menyadari tanggungjawab Dwi sebagai ketua panitia dan Plt Kepsek, maka sengaja memacu para tukang, beri semangat, awasi betul-betul.

Target utamanya, agar dipenerimaan siswa baru 2020/2021 lancar, termasuk fasilitas disabilitas (keterbatasan diri-red) ungkapnya. 

Dwi prediksi, SMPN 09 tahun 2020 di saat operasional semester 2 dan penerimaan siswa baru, optimis akan mendapat jumlah siswa memadai sehubungan dengan sistim zonasi bagi SMP.

Akan tetapi, meski sistim zonasi berlaku, peran masyarakat dan tokohnya mensosialisasikan SMPN 9 Nenak Tembulan yang sudah siap terima anak didik, juga dibutuhkan.

Termasuk Kades dan perangkatnya, para kepala sekolah SD cakupan, maksudnya bila sering diinformasikan keberadaaan SMPN 9 pasti masyarakat ingat, harap Dwi.

Sosialisasi menurut Dwi, bisa saja dimulai dari, memberitahukan posisi SMPN 09, jarak tempuh dari SD cakupan, kelengkapan fasilitas dan tenaga guru.

Dwi mengakui, USB SMPN 09 sangat membantu anak didik yang jauh di dusun-dusun Desa Merti Guna baik desa tetangga, yang tadinya harus menempuh puluhan kilo meter ke salah satu SMP, kini sudah rata – rata jarak 5 KM dari SD cakupan, jadi sangat membantu dari sisi transportasi, ujarnya.

Kembali ke soal peningkatan kelengkapan fasilitas di SMPN 9, Dwi berharap ke pemerintah daerah dan pusat, tahun 2020 mengucurkan biaya membangun fasilitas pendukung lainnya, agar persaingan pilih masuk SMP lainnya, hal fasilitas lengkap tidak menjadi alasan.

Namun yang paling pokok adalah tenaga pengajar atau guru.

Mudah-mudahan, dengan kebijakan sistim zonasi sudah tegas, pembangunan pendukung lainnya pasti dipenuhi pusat, harap Dwi.

Untuk diketahui pembaca, Pembangunan unit sekolah baru (USB-SMPN 9-red) terdiri dari 9 unit, diantaranya, ruang belajar, kantor, perpustakaan, kantin, fasilitas disabilitas, bersumber dari APBN TA 2019 senilai Rp 3.423.228.000 melalui Ditjen Dikdasmen Kemdikbud.

 (Bostan/Js).

Author: 

Related Posts

Tinggalkan Balasan