Targetkan Partisipasi Pemilih Mencapai 75 Persen KPU dan Pemkab Gencar Lakukan Sosialisasi

 Sintang

Sosialisasi Pemilukada.

Sintang,KRP.Com

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Sintang Drs. Budi Harto, mewakili Pjs bupati, narasumber dalam Dialog Bincang 56 TVRI di Pendopo Bupati Sintang 25 November 2020 membahas topik, Sosialisasi Pemilukada.

Turut menjadi narasumber pada dialog tersebut, Fransiskus Ancis Ketua Bawaslu Kabupaten Sintang dan Ketua Divisi Hukum KPU Sintang AV Tian.

Budi Harto dalam pandangannya mengenai partisipasi pemilih, menyebut bahwa Pemkab Sintang sudah  menghimbau seluruh masyarakat untuk tidak takut datang ke TPS pada 9 Desember 2020.

Bahkan dalam setiap kunjungan kerja Pjs bupati, selalu menekankan hal itu dengan harapan masyarakat tidak takut untuk menggunakan hak pilihnya, katanya.

Budi menambahkan, meskipun pilkada dilaksanakan di tengah pandemi covid-19. Pemkab Sintang menjamin ada penanganan khusus di hari pencoblosan.

Ketua Divisi Hukum KPU Sintang AV Tian menjelaskan bahwa persiapan KPU Kabupaten Sintang sudah mencapai 80 persen.

Mulai dari packing logistik untuk masing-masing kecamatan, desa dan TPS, hingga pelipatan kertas suara sudah selesai, katanya.

Saat ini sedang pengepakan logistik untuk dimasukan kedalam kotak suara untuk kemudian siap di kirim.

Tanggal 5 Desember 2020 sudah mulai distribusi untuk kecamatan yang jauh.  Terakhir tanggal 8 Desember 2020 distribusi untuk Kecamatan Sintang.sambungnya.

Logistik selalu dijaga ketat oleh anggota Polri dan internal KPU. Tidak ada hari dan jam yang kosong dari penjagaan” terang AV Tian

Kabupaten Sintang memiliki 1. 186 TPS dan disetiap TPS ada 7 petugas KPPS dan 2 pertahanan sipil. Total ada 9 petugas per TPS.

Saat ini sedang menjalani rapid tes di Puskesmas. Kami menargetkan lebih dari 75 persen partisipasi pemilih dan kami sudah gencar melakukan sosialisasi kepada pemilih pemula dan masyarakat. Ungkapnya.

Kami juga sudah sosialisasi ke kecamatan. PPK dan KPPS juga sudah kami instruksikan untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat yang sudah menggunakan hak pilih, lanjutnya.

Bahkan, KPU  minta mereka melakukan sosialisasi tentang 12 kebiasaan baru saat berada di TPS seperti menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.

Dalam formulir C Kehadiran sudah ditentukan yang bersangkutan harus datang jam berapa di TPS untuk menghindari kerumunan.

Di TPS semua wajib menjalankan protokol kesehatan. Kursi juga sudah diatur jaraknya. Satu TPS maksimal 500 pemilih. Dan sedikit sekali TPS yang memiliki DPT mencapai 500.

Fransiskus Ancis Ketua Bawaslu Kabupaten Sintang menyampaikan pihaknya melakukan pengawasan dengan mendahulukan pencegahan pelanggaran.

“kami mengutamakan pencegahan. Selama masa kampanye ini, kami sudah mengeluarkan satu pelanggaran tertulis kepada pasangan calon. Namun, setelah surat keluar, terjadi hujan, sehingga mereka bubar dengan sendiri. Surat teguran tetap kami keluarkan. Ujar Frans.

Paslon dan penanggungjawab sangat kooperatif dan tidak melakukan pelanggaran kembali.sambungnya.

Jajaran Bawaslu Kabupaten Sintang lanjut Frans, secara keseluruhan  sampai ke tingkat TPS berjumlah 1. 639 orang. Artinya pengawas itu ada di 1. 186 TPS, 391 desa dan 14 kecamatan dan 5 di kabupaten.

Kami ingin memastikan kelancaran proses pilkada ini dengan menerapkan protokol kesehatan sehingga tidak mucul kluster pilkada. Katanya.(Humas/Js)

Author: 

Related Posts

Tinggalkan Balasan