Tegaskan Perbup 18 Bersifat Dinamis

 Sintang

Dra. Yosepha Hasnah, M. Si

Sintang,KRP.Com

Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang Dra. Yosepha Hasnah, M. Si menjelaskan, Perbup nomor 18 tahun 2020 sudah disosialisasikan di tingkat kabupaten dan seluruh Danramil, Kapolsek dan seluruh unsur di Kabupaten Sintang.

Perbup ini bersifat dinamis dan bisa diubah, karena itu kami siap menerima saran dan masukan, ketika saran dan masukan itu dapat betul betul dipertimbangkan dan bermanfaat bagi semua orang sekaligus masyarakat peladang.

Kami ingin mendengar saran dari peserta yang hadir, walaupun kami sadari Perbup ini sudah lengkap, tapi tentunya kami tidak menutup mata apabila ada saran dan masukan tambahan terkait Perbup ini.

Demikian kata Sekda Yosefa saat sosialisasi di kecamatan Serawai (9/7) lalu yang dihadiri sejumlah besar Kades, BPD dan masyarakat.

Usai menjelaskan maksud dan tujuan Perbup 18/2020 tentang tata cara pembakaran lahan tersebut, Sekda berikutnya mengajak warga peserta sosialisasikan penggunaan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

Pemkab Sintang menurut Sekda telah memutuskan mulai 6 Juli 2020 hingga 5 Agustus 2020 sebagai masa transisi new normal. Semua pihak harus mensosialisasikan gaya hidup baru. Mulai 6 Agustus 2020 kita akan menjalankan new normal secara penuh terang Yosepha Hasnah

Tentang Pilkada, Sekda menyampaikan informasi bahwa tahun ini ada 270 daerah yang akan melaksanakan pilkada termasuk Kabupaten Sintang.

Sebab itu kita semua wajib membantu mensukseskan pelaksanaan pilkada tersebut, namun untuk seluruh aparat dan kepala desa untuk netral.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sintang Florensius Kaha menjelaskan bahwa orang Dayak memang rutin melakukan aktivitas berladang sebagai sumber mata pencaharian. “orang Dayak sudah sangat arif dan bijaksana saat membakar lahan. Kalau mau bakar lahan pasti kita melihat arah angin, biasanya kita membakar ladang dari atas bukit, sehingga api berjalan mundur. Saya melihat sudah sedikit warga kita yang berladang sampai 2 hektar, lahan semakin sedikit.  Dan sudah tidak ada lagi yang membuka ladang di hutan yang asli, semuanya bawas atau sudah bekas ladang” terang Florensius Kaha

Kades dan Bu Kades harus mendata warganya yang akan  bakar ladang. Satu KK maksimal bakar 2 hektar ladang saja. Di bagi jadwalnya. Misalnya dalam satu desa ternyata ada 360 hektar, dibagi 20 hektar, diperoleh waktu membakar selama 18 hari. Dibuat jadwalnya. Tanggal 1 yang bakar ladang siapa saja sehingga maksimal 20 hektar per desa. Menyusun jadwal juga harus musyawarah, biar adil antar dusun” terang Florensius Kaha

Camat Serawai Rafael Nurdin menyampaikan sosialisasi ini penting supaya proses pembukaan ladang tidak bertentangan dengan peraturan dan hukum. “dan supaya jangan terjadi lagi proses hukum terhadap peladang. 

Kami senang mendapatkan arahan dan sosialisasi ini. Kepada kepala desa yang hadir, mohon menyimak materi dengan baik. Teruskan sosialisasi kepada masyarakat di desa masing-masing” terang Rafael Nurdin.

Antonius Efendi Kepala Desa Talian Sahabung mengharapkan agar Pemkab Sintang bisa memberdayakan masyarakat melalui dinas terkait supaya jumlah peladang di Sintang bisa berkurang.

Ahmad Kordi Kepala Desa Mekar Sari menyampaikan memang masih banyak warga kita yang berladang. “dan saya tertarik dengan Perbup ini karena memberikan tuntunan bagi desa untuk mengatur warga dalam membakar ladang. Pihaknya perlu peralatan dan operasional yang memadai untuk bisa membakar terkendali” terang Ahmad Kordi.

Krispina Depi Kepala Desa Teluk Harapan menjelaskan bahwa  aktivitas berladang juga sudah bukan menjadi prioritas masyarakat.

Kami juga mendukung jika ada pemberdayaan pembukaan lahan tanpa membakar. Kita perlu mulai memikirkan pola pertanian modern” terang Krispina Depi

Turut hadir mendampingi Sekda, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Sintang, Yustinus J, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sintang, Florensius Kaha, Kepala Dinas Penanaman Modal Terpadu Satu Pintu, Yosep Sudiyanto, Kadis Pemerintahan Desa dan Pemberdayaan Masyarakat Herkulanus Roni, BPBD Kabupaten Sintang, Dinas Lingkungan Kabupaten Sintang dan Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kabupaten Sintang. (Humas/Js)

Author: 

Related Posts

Tinggalkan Balasan