Terima Rombongan Mabes TNI, Tinjau Rencana Lanud Angkatan Darat

 Sintang

Jarot Winarno saat menerima Tim dari Pusat Penerbangan Angkatan Darat Markas Besar TNI di kompleks Bandara Tebelian.

Sintang,KRP.Com-Bupati Sintang dr Jarot Winarno menerima Tim dari Pusat Penerbangan Angkatan Darat Markas Besar TNI (23/1).

Rombongan di kabarkan kemudian, akan melakukan peninjau lahan lokasi pembangunan lapangan udara angkatan darat di kompleks Bandara Tebelian.

      Saat peninjauan, Sejumlah pejabat dampingi Bupati dan Puspenerbad TNI, dipimpin langsung Wakil Komandan Pusat Penerbangan Angkatan Darat Brigjen TNI Eko Susetyo, MM, M. Tr (Han) Danrem 121/ABW Brigjen TNI Bambang Trisnohadi, Dandim 1205/Sintang,

      Sebelumnya, tim Puspenerbad TNI AD yang di terima di Pendopo Bupati Sintang tersebut, Bupati Jarot memaparkan hibah tanah 10 hektar di kompleks Bandara Tebelian buat TNI.

Dan kami siapkan tanah tersebut, namun tidak jadi dilaksanakan, ungkapnya.

Soal pembangunan Pusat Penerbangan Angkatan Darat di Sintang kami tawarkan lokasi di zona tiga yakni di simpang pandan yakni 35 hektar.

Akses masuk melalui Simpang Pandan dan lokasi tanah persis di pinggir jalan.

Cuma sudah ada rumah warga. Jalan yang sudah ada tinggal kita tingkatkan untuk akses jalan ke lokasi markas Penerbad” terang Bupati Sintang.

Wakil Komandan Pusat Penerbangan Angkatan Darat Brigjen TNI Eko Susetyo, MM, M. Tr (Han) menjelaskan bahwa sebenarnya pihaknya menargetkan pada tahun 2021 nanti fasilitas tersebut sudah diresmikan.

Kami memerlukan lahan sekitar 35 hektar dengan perincian untuk perumahan 10 hektar dan 20 hektar untuk perkantoran.

Kalau rencana 2021 sudah diresmikan, maka 2019 lahan sudah siap, 2020 sudah mulai bangun.

 Di Sintang ini kami akan tempatkan pasukan yang cukup besar yakni skuadron helikopter dan skuadron pesawat tanpa awak” terang Eko Susetyo.

Mendengar penjelasan, Wadan Puspenerbad, Bupati Sintang menyampaikan bahwa untuk membebaskan lahan 35 hektar, Pemkab Sintang memerlukan waktu 7 tahun karena sesuai Perpres Nomor 148 Tahun 2015.

Pemda hanya boleh membebaskan lahan paling maksimal 5 hektar setahun. “maka akan bisa lebih cepat kalau ada koordinasi antara Kodam dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat. Tahun 2019 ini yang 5 hektar siap kami bebaskan” terang Bupati Sintang.

Wakil Komandan Pusat Penerbangan Angkatan Darat Brigjen TNI Eko Susetyo, MM, M. Tr (Han) menjelaskan bahwa aktivitas di Lapangan Udara Angkatan Darat nanti, pihaknya juga akan menggunakan run way. (Humas/Js)

Author: 

Related Posts

Tinggalkan Balasan