Terry Ibrahim – TBBR, Berdamai

 Sintang

Suasana usai proses adat di Sekretariat Ketemenggungan Sintang.

Sintang,KRP.Com

Forum Ketemenggungan Adat Dayak (FKAD) kabupaten Sintang, Sabtu 31/10/2020 akhirnya berhasil mewujudkan proses hukum adat terhadap Terry Ibrahim, atas tuntutan  Tariu Borneo Bangkule Rajakng (TBBR) kabupaten Sintang.

Proses hukum adat itu, dihadiri kedua belah pihak. Temenggung dan pembela, terlaksana dalam suasana aman, tertib dan damai di Sekretariat FKAD daerah itu.

Usman Menyawai, selaku Temenggung yang memimipin proses adat itu mengatakan, bahwa, setelah mendengarkan keterangan dari kedua belah pihak, pada hari sebelumnya, maka Terry Ibrahim, dikenakan hukum adat dayak atas tiga dasar, yaitu Neraka Basa, Kesupan dan Mali. Neraka basa 82 rial, kesupan 162 rial dan mali 40 rial, jelas usman.

Terry juga harus melengkapi adat ritual berupa babi 50 kg, 5 ekor ayam, 1 gantang beras padi, 1 gantang beras pulut, satu bilah besi, 37 tempayan, serta 37 mangkok. Yang harus dilengkapi dalam waktu tujuh hari.

Temenggung Usman menetapkan Terry bersalah atas tiga dasar hukum adat dayak tersebut diambil, murni mengacu pada hukum adat dayak yang berlaku, tidak ada intervensi dari pihak mana pun.

Setelah mendapatkan kesepakatan dan dapat menerima proses hukum adat. Kedua belah pihak pun bersepakat bahwa masalah ini selesai, dan berdamai.

Petrus Sabang Merah, selaku Ketua TBBR kabupaten Sintang menyampaikan terimakasih kepada Terry Ibrahim yang sudah bertanggung jawab atas perselisihan yang sudah lalu, Ia juga berterimakasih kepada Temenggung yang sudah menerapkan hukum dan keputusan yang nyata/adil atas perkara tersebut, Ungkap Petrus.

Harapan kita semua damai, pilkada berjalan dengan damai, tidak ada lagi embel-embel dikemudian hari, hari ini kita sudah damai, tambah Petrus.

Masih dalam rangkaian perdamaian itu, Terry pun diminta TBBR agar membuat video permohonan maaf kepada masyarakat Sintang.

Dalam permohononan maafnya Terry dengan tegas mengatakan, menjujung tinggi adat dan budaya masyarakat kabupaten Sintang dan menghargai keputusan Temenggung.

Khusus kepada yang saya junjung tinggi Panglima Jilah, berserta seluruh jajaran pasukan merah, dengan terselip kata dari saya, maka pada saat ini saya mohon ampun dan minta maaf. Tidak sedikit pun niat saya meremehkan dan merendahkan TBBR. Ungkap Terry

Ia juga berharap kepada masyarakat Sintang sejak hari perdamaian ini, tidak ada lagi yang memojokkan siapapun dalam perkara masa lalu ini, mari kita wujudkan pemilu damai, ajak Terry.

Pembaca yang terhormat, sebagaimana kami beritakan beberapa waktu lalu, bahwa TBBR batal menuntut Terry Ibrahim dikarenakan kesibukannya, bukan menghindar.

Hari ini, beliau baru dapat menghadiri acara perdamaian menunjukkan bahwa beliau menghormati dan bertanggungjawab atas kehilafan sebagai seorang manusia biasa, demikian informasi yang didapat media ini dari pihak Terry Ibrahim, (Igo/Js)

 

 

 

Author: 

Related Posts

Tinggalkan Balasan