Wabup Buka Workshop Penggunaan Aplikasi Siskeudes Versi 2.0

 Sintang

Askiman saat membuka kegiatan workshop evaluasi implementasi sistem tatakelola keuangan desa dengan menggunakan aplikasi Siskeudes Versi 2.0

Sintang,KRP.Com-Wakil Bupati (Wabup) Sintang, Askiman membuka kegiatan workshop evaluasi implementasi sistem tata kelola keuangan desa dengan menggunakan aplikasi Siskeudes Versi 2.0 di Gedung Pancasila Sintang, Kamis (07/02).

Dalam kegiatan workshop tersebut, hadir pula Anggota DPR-RI Komisi XI, H. Sukiman,  Ketua DPRD Kabupaten Sintang, Kepala BPKP Provinsi Kalimantan Barat, Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, jajaran pimpinan forkopimda dan para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Sintang serta para peserta workshop yaitu para kepala desa se-Kabupaten Sintang.

Dalam kesempatan tersebut, Wabup Askiman memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan workshop terkait penggunaan aplikasi siskeudes versi 2.0.

Atas nama pemerintah Kabupaten Sintang saya sambut baik kegiatan workshop ini, karena dengan diterapkan siskeudes ini nantinya dapat membantu kerja dari aparat desa itu sendiri, katanya.

Kalau kinerja aparat desa semakin membaik, maka akan berdampak positif bagi pembangunan desa itu, kata Askiman.

Menurut Askiman, Aplikasi sistem keuangan desa atau siskeudes versi 2.0 yang dikembangkan oleh BPKP memiliki berbagai manfaat yang baik bagi desa.

Sebab itu, saya berpesan kepada seluruh peserta workshop yang merupakan para Kepala Desa se-Kabupaten Sintang untuk dapat mengikuti kegiatan dengan seksama, pesannya.

Sementara itu, Direktur Bidang Pengawasan Keuangan Daerah, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Republik Indonesia, Iskandar Novianto mengatakan bahwa aplikasi siskeudes versi 2.0 merupakan aplikasi perubahan dari versi 1.0.

Aplikasi siskeudes versi 2.0 ini memang berubah sesuai mengikuti perubahan regulasi yang ada, karena sekarang dengan adanya Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 20 tahun 2018 banyak hal yang harus disesuaikan dalam aplikasi siskeudes versi 2.0 ini”, kata Iskandar.

Masih kata Iskandar, bahwa dengan adanya aplikasi sistem keuangan desa atau siskeudes versi 2.0 dapat memudahkan aparat desa dalam pelaporan dana APBDes, “jadi desa tidak direpotkan lagi dengan sistem pelaporan administrasi yang pake cara tulis menulis, tambahnya.

Lanjut Iskandar menyampaikan bahwa aplikasi siskeudes ini berbasis offline dan online yang bisa digunakan di desa manapun baik itu yang terjangkau akses internet maupun yang belum terjangkau akses internet.

Desa yang belum ada jaringan internet nanti bisa export import hasil laporan pakai flashdisk, yang penting di desa tersebut ada laptop, install aplikasinya di laptop.

Kemudian kita gunakan, aplikasi ini bisa digunakan dalam keadaan offline maupun online bisa pake, nanti kalaulah aparat desa tiba di Kecamatan yang ada sinyal internetnya baru naikkan laporan secara online, terangnya. (Humas/Js)

Author: 

Related Posts

Tinggalkan Balasan