Wabup Hadiri Seminar ISKA

 Sintang

Wabup Hadiri Seminar ISKA.

Sintang,KRP.Com

Seratusan orang anggota Ikatan Sarjana Katolik (ISKA) Cabang Sintang, Selasa (17/9) gelar Seminar Tentang Keberagaman, dengan menghadirkan Empat narasumber, salah satunya Wakil bupati (Wabup) Sintang Drs Askiman.

Seminar sehari, yang dilaksanakan di Balai Kenyalang tersebut, bertema besar, Merawat NKRI dalam Keberagaman.

Wabup Askiman menyampaikan, bahwa apa yang kita lakukan hari ini sangat bermanfaat bagi bangsa Indonesia dan Kabupaten Sintang khususnya.

Sejak berdiri bangsa Indonesia sudah sepakat untuk bersatu didalam keberagaman, sama-sama mendorong integrasi nasional untuk kemajuan dan pembangunan.

Bahasa persatuan, kepribadian hidup berbangsa yang sama, jiwa dan semangat gotong royong dan toleransi yang kuat, rasa senasib sepenanggungan, ini semua adalah isi sumpah pemuda yang wjib dirawat saampai hari ini.

Ada faktor penghambat integrasi nasional yang kita perhatikan saat ini, itulah yang kita diskusikan hari ini, agar kita semua, aman tentram menatap masa depan, terang Askiman.

Sementara itu, Dr. Drs. Adrianus Asia Sidot, Ketua Dewan ISKA Provinsi Kalimantan Barat menyampaikan founding fathers bangsa kita sudah menyepakati empat dasar bangsa Indonesia yang harus kita pahami satu persatu.

Ada kesepakatan para pendiri bangsa soal keberagaman, mengelola alam dan kekayaannya, pengelola bukan penguasa alam, jelas Asia Sidot.

Kapolres Sintang AKBP Adhe Hariyadi, SIK, MH menyampaikan bahwa yang seringkali membuat keberagaman terganggu saat ini adalah media sosial dan teknologi informasi.

Berita hoax sudah terbukti mengancam keberagaman dan persatuan kita, jadi inilah yang harus kita perhatikan saat ini.

Contoh, Papua memanas karena isu hoax, kemudian dalam urusan perut, misalnya PETI, bakar lahan, dan kejahatan lain, sebab itu marilah masyarakat Sintang untuk kompak, merawat dan menjaga keberagaman ini, ajak Kapolres.

Sementara Ustad Edi Toni, S.Ag menyampaikan bahwa kebhinekaan merupakan sebuah keniscayaan, perbedaan itu ada supaya kita saling kenal.

Perbedaan harusnya bisa menjadi kekuatan, Idealnya dalam menjaga keberagaman dan kebersamaan maka tidak ada dominasi mayoritas dan tidak ada tirani minoritas. Maka jadilah bangsa kita menjadi kuat, tausyah Ustad Edi Toni, S.Ag.

Yohanes Rumpak tokoh muda Sintang menyampaikan bahwa masih adanya diskriminasi dan intoleransi ditengah masyarakat yang dilakukan oknum masyarakat, negara dan tokoh agama.

Misalnya terhadap pembangunan jaringan listrik dan soal asap melibatkan petani tidak menetap, sementara pemberdayaan petani untuk beralih ke komoditi lain, solusi dari pemerintah minim, terang Yohanes.

Usai penyampaian materi oleh narasumber, dilanjutkan diskusi-diskusi atau bedah materi seminar (Humas/Js)

Author: 

Related Posts

Tinggalkan Balasan