Wabup Kunjungi Desa Apin Baru

 Sintang

Wakil Bupati Sintang, Drs. Askiman, MM menyambangi Desa Apin Baru Kecamatan Dedai.

Sintang,KRP.Com-Wakil Bupati (Wabup) Sintang, Drs. Askiman, MM menyambangi Desa Apin Baru Kecamatan Dedai, Kamis (5/7/2018).

Desa ini hampir tidak pernah dikunjungi oleh pejabat tingkat kabupaten, kunjungan terakhir yang mereka dapat itu lima (5) tahun lalu,” ungkap Askiman.

“kita (pemerintah.red) menggunakan momen gawai adat ini untuk datang melihat mereka di sini,” tambahnya.

Upacara penyambutan sederhana ditunjukkan warga pada wabup itu. Bahkan mereka tampak kikuk dikunjungi pejabat tinggi kabupaten Sintang itu.

Tak hanya itu, Wabup Askiman juga menyempatkan diri mengunjungi beberapa rumah warga Desa Apin Baru.

Pemandangan lain, tampak sejumlah warga lainnya yang tak sempat disambangi malu-malu lihat dari jendela dan pintu rumahnya.

Pastinya, kunjungan Wabup Askiman kesana sungguh sangat mengejutkan warga, senang.

Pada kesempatan itu, Wabup juga didaulat membuka tempayan tuak pemali milik warga.

Dilanjutkan peninjauan pembangunan gedung gereja desa itu. 

Harapan warga gereja Desa itu, pemerintah beri perhatian yang serius, khususnya infrastruktur jalan dan kesehatan.

Menjawab itu semua, Wabup menyikapinya dengan janji akan mengalokasikan jatah pembangunan daerah.

Seperti pembangunan jalan danjembtan.

Namun lanjut Askiman, penggunaan APBDesnya dimaksimalkan misalnya dengan pengadaan BUMDes,” kata Askiman.

Lakukan komunikasi yang lebih intens dengan pemerintah daerah di kabupaten. Membangun komunikasi ini sangatlah penting agar arah dan strategi pembangunanmenggunakan dana desa bermanfaat, katanya lagi.

Marinus, selaku Kepala Desa Apin Baru menyampaikan bahwa pihaknya mewakili warga desa mengungkapkan rasa senangnya atas kunjungan ini.

Ia lalu memaparkan gambaran singkat mengenai desanya.

Marinus mengungkapkan, Anak-anak Desa Apin Baru harus berjalan kaki sejauh 2-5 kilometer ke desa Buluh Merindu. Polindes pun mereka belum punya, untuk berobat mereka harus pergi ke desa sebelah juga. Desa ini memiliki kurang lebih 150 kepala keluarga, dibagi dalam 4 dusun, Apin 1-3 dan Pencaron. 

Sejak 2014, desa ini baru sekali dikunjungi pejabat Kabupaten, waktu itu kami meresmikan gereja bersama Uskup Agustinus,” kata Marinus.

Kami berharap dengan kunjungan bapak Wabup, kondisi desa kami dapat perhatian pemerintah kabupaten tutup Kades. (Humas/Js)

 

Author: 

Related Posts

Leave a Reply