Wabup Pimpin  Upacara Harlah Pancasila

 Sintang

Wakil Bupati Sintang Drs. Askiman, MM memimping upacara Harla Pancasila dan Hari Berkabung Daerah Tahun 2018.

Sintang,KRP.Com-Wakil Bupati Sintang Drs. Askiman, MM memimpin upacara Hari Lahir (Harla ) Pancasila dan Hari Berkabung Daerah Tahun 2018 tingkat Kabupaten Sintang di halaman Kantor Bupati Sintang Senin pagi (4/6/18).

Upacara tersebut turut di hadiri Unsur Forkopimda Kabupaten Sintang, Sekrertaris Daerah Kabupaten Sintang, unsur Organisasi Perangkat Daerah, ASN Kabupaten Sintang, TNI, Polri, pelajar dan unsur terkait lainnya.

Dalam sambutanya Askiman mengatakan Pancasila sudah menjadi  bintang pemandu bangsa Indonesia, karena selama 73 tahun Pancasila bertahan dan tumbuh  di tengah deru ombak ideologi-ideologi lain yang berusaha menggersernya.

“selama 73 tahun Pancasila sudah menjadi rumah kita yang ber-bhinneka tunggal ika dan sampai akhir zaman Pancasila akan terus mengalir di denyut nadi di seluruh rakyat Indonesia”kata Askiman.

Askiman menjelaskan, peringatan hari lahir Pancasila  di setiap tanggal 1 Juni harus kita manfaatkan sebagai momen pemacu dan momen aktualisasi nilai-nilai Pancasila.

“marilah kita terus amalkan warisan mulia para founding fathers ini untuk kemajuan bangsa sekaligus juga menjadi sumbangsih Indonesia kepada masyarakat”paparnya.

Untuk itu, Askiman mengajak seluruh komponen bangsa, khusunya di Kabupaten Sintang seperti para ulama, tokoh agama, para guru, para ustadz, para politisi, jajaran apparat pemerintah, para anggotaTNI, Polri dan para pekerja, pelaku ekonomi serta seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama mengamalkan Pancasila dalam hidup sehari-hari.

Selain itu jelas Askiman yakni terkait peringatan hari berkabung daerah Provinsi Kalimantan barat yang di peringati setiap tanggal 28 Juni yang merupakan moment mengenang sejarah pahit peristiwa Mandor di mana terjadi penculikan, penyiksaan hingga eksekusi mati secara sadis dari penjajah jepang terhadap para feudal lokal, cerdik pandai, politisi, tokoh masyarakat, tokoh agama, seniman, budayawan, hingga rakyat jelata dari berbagai suku maupun agama dimana tercatat lebih dari 21.037 orang jumlah korban jiwa.

“sehingga tugas kita saat ini adalah dapat mengambil pelajaran sejarah yang berharga dari kejadian Mandor, cara kita mengambil pelajaran tersebut dengan selalu mengingat, mempelajari dan membangun dialog untuk kemudian berbuat sesuatu yang berguna bagi kemajuan Kalbar yang penuh dengan keberagaman”jelas Askiman.

Sementara itu Ketua DPRD Kabupaten Sintang Jefray Edward mengatakan Pancasila sebagai ideologi bangsa harus kita jaga bersama-sama dan di tanamkan bagi setiap komponen anak bangsa. “oleh karena itu jika ada oknum-oknum tertentu yang ingin mengubah ideologi Pancasila maka kita sebagai masyarakat harus menyatakan bahwa inilah ideologi kita satu-satunya yakni Pancasila”kata Jefray.

Melalui moment peringatan hari lahir Pancasila ini Jefray mengajak kepada seluruh masyarakat Kabupaten Sintang secara khusus dan masyarakat Indonesia umumnya untuk menanamkan nilai-nilai luhur Pancasila sebagai pemersatu bangsa yang penuh dengan keberagaman dan perbedaan baik suku maupun agama.

Jefray juga mangajak masyarakat untuk mengenang peristiwa kelam mandor yang di peringati setiap tanggal 28 Juni dimana yang menjadi korban penjajahan jepang kala itu terdiri dari berbagai golongan masyarakat yang memiliki latarang belakang perbedaan baik suku maupuan agama yang ada di Kalbar.

“mereka sudah menjadi pahlawan kita ya, bagaimanapun kita sebagai anak bangsa yang peduli dan ingat akan jasa-jasa mereka tentunya kita harus memperingatinya,dan hal ini jangan sampai terjadi kembali, bukan berarti kita dendam terhadap jepang dan itu juga sebagai bukti bahwa masyarakat kalbar ikut berjuang merebut kemerdekaan untuk itu kita harus bangga punya pahlawan yang telah gugur melalui jasa-jasa yang mereka berikan bagi bangsa”tutup Jefray. (Humas/Js)

Author: 

Related Posts

Leave a Reply