Wabup Tutup Gawai Matah Ayu

 Sintang

Gawai Dayak Di Sungai Ruai. 

Sintang,KRP.Com

Wakil bupati (Wabup) Sintang, Drs. Askiman, MM, Kamis (4/7) tutup gawai Dayak di Dusun Sungai Ruai Desa Tirta Karya Kecamatan Ketungau Tengah.

Penutupan ditandai pemukulan gong sebanyak 7 kali oleh wabup, dilanjutkan membuka tempayan tuak pemali yang disediakan oleh pemilik hajat gawai.

Ada 7 tempayan tuak salai, tuak yang diperam diatas para-para dapur. Tuak ini khusus dibuat untuk keperluan Gawai Matah Ayu (pesta ucapan syukur).

Dalam sambutannya, Wabup menyebut pemerintah sangat senang acara gawai yang dirayakan dari tahun ke tahun.

Semakin banyak orang kembali mengadakan gawai, Ini menandakan bahwa perhatian kita untuk melestarikan budaya itu masih tinggi, ujarnya lagi.

Askiman juga menyarankan kepada aparatur desa untuk mengalokasikan dana desa guna mendokumentasikan adat budaya leluhur. Hal tersebut penting agar masyarakat dapat mempertahankan kearifan lokal masyarakat setempat.

Oleh undang-undang desa kita bisa menggunakan dana desa untuk menjaga nilai-nilai kearifan lokal yang ada, Kalau bukan kita dan kalau tidak sekarang siapa lagi yang akan mengurus adat budaya kita, tegasnya.

Siapa lagi mau diharap, mereka yang sudah tua masih ingat adat istiadat mumpung mereka masih ada segeralah kita mengumpulkan lagi adat-adat kita ini,” pesannya.

Pada tahun ini, gawai pokok di Dusun Sungai Ruai dilakukan secara komunal oleh 7 keluarga, dengan bentuk Gawai Matah Ayu.

Gawai ini merupakan bentuk ucapan syukur atas hidup sehat khususnya bagi salah seorang keluarga mereka.

Gawai ini merupakan simbol menutup masa merawat anggota keluarga mereka yang sebelumnya berada pada kondisi sakit-sakitan.

Sukardi selaku Kepala Desa Tirta Karya mengatakan bahwa masyarakat desanya masih sangat menjaga budaya nenek moyang.

Tahun ini kami menyelenggarakan gawai adat, biasanya setelah selesai masa panen padi seperti yang sudah-sudah, tapi tahun ini kami begawai cuma bedanya, tahun ini pokok gawai kami itu Matah Ayu, jelasnya. (Humas/Js)

Author: 

Related Posts

Tinggalkan Balasan