Warga Sei Tebelian Curhat Kepada Cabup MM

 Sintang

Suasana kampanye paslon 3 di kecamatan Sei Tebelian

Sintang, KRP.Com

Ratusan perwakilan warga Tiga (3) Desa berbeda, di kecamatan Sei Tebelian, lengkap dengan protokol kesehatan covid 19, Senin (11/11) curhat  kepada Cabup Sintang  jargon Mandau Mengkilat, Yohanes Rumpak.

Curahan Hati (Curhat) warga itu, bukan saja oleh kaum bapak, namun juga oleh kaum mak-mak dan millenial.

Curhat warga itu, mulai dari yang miris, d bohong hingga lucu diungkapkan tanpa ragu-ragu kepada Cabup Yohanes Rumpak  saat menyambangi 3 desa itu bersama rombongan, tim koalisi, timses dan relawan.

Diantaranya, soal jalan dan jembatan, bantuan bedah rumah, aspal, harga karet, karyawan warga setempat, pola bagi lahan sawit hingga bantuan sarana pertanian.

Menurut warga 3 desa itu, hingga 2019 satupun diantara masalah- masalah diatas, tidak pernah jelas kepada warga jawaban pemerintah sebelumnya.

Padahal beber warga, masalah itu semua diterima saat kampanye 2015 dan dijanjikan akan dijawab setelah menjabat/menang pilkada, tapi nyatanya bohong, ujar warga kesal.

Curhat warga 3 desa itu, sebelum dijawab Cabup Yohanes Rumpak, dijawab dulu oleh masing-masing baik dari tim partai koalisi, relawan dan tokoh masyarakat yang didaulat hadir pada acara itu.

Diantaranya, Laca anggota DPRD Sintang Dapil Sei Tebelian, Suparno, ketua panitia kegiatan, perwakilan PAN, H. Munaim, Jemat, H Jaenuddin dan FX.Murni.

Masing-masing tim ini menjelaskan kenapa semua itu terjadi  dan dampak negatifnya terhadap roda kehidupan masyarakatnya.

Salah satu kelemahannya adalah tidak hadirnya pemimpin pemerintahan ditengah masyarakat yang mengalami masalah.

Pemimpin cuma mencatat dan mendengar tapi tidak mencari solusi.

Bahkan oleh tim menyoroti adanya SILPA APBD yang seharus dapat digunakan menanggulangi bencana,  kemudian klaim pemkab bantuan bedah rumah dijelaskan kepada warga.  

Klaim pemkab danan bedah rumah di danai APBD adalah pembohongan,  yang benar dana beda rumah adalah programnya pusat yang dikawal ketua komisi V DPR RI, pemda Sintang hanya menunjuk lokasi.

Maka pada 9 Desember 2020, pililah pemimpin yang mau berkeja untuk rakyatnya, pemimpin yang bersedia cari sulusi pemecahan masalah, yaitu Yohanes Rumpak – Syarifuddin, nomor urut 3, ajak masing-masing tim itu.

 

Pembicara utama Cabup Yohanes Rumpak mengutarakan, solusi mengatasi semua masalah warga adalah, pemimpin / pemerintah wajib hadir ditengah masalah masyarakat.

Pemerintah tidak ada alasan tidak mampu mengatasi masalah, pemerintah harus dapat selesaikan masalah dengan cepat jangan bertele – tele apalagi berjanji, katanya.

Pemimpin pemerintahan tidak boleh mengeluh oleh karena ada masalah di masyarakat, kalau mengeluh jangan pemimpin, sambungnya  

Saya sudah menyimak curhat ini, dan saya senang masyarakat mau terbuka dan jujur mengungkapkannya, maka percayalah semua curhat masalah – masalah ini akan kita selesaikan bersama Mandau Mengkilat bila menang 9 Desember 2020, lanjutnya.

Khusus soal komoditi karet, Rumpak menginformasikan akan meniru pemprov Sumatra yang sudah mendirikan pabrik aspal karet.

Hal itu menjadi mimpinya agar karet masyarakat Sintang mempunya nilai jual, bahkan dengan cara disubsidi pemerintah.

Hal subsidi dimaksud sudah dibicarakannya dengan pemerintah pusat melalui ketua komisi 5 Lasarus,  dan sekarang sudah berjalan.

Sudah ada 3,5 ton karet dari Sei Tebelian dibeli dengan konsep itu hanya masih terbatas, Ia kemudian sebut ini adalah salah satu cara pemimpin bagaimana uang dari pusat mengalir kedaerah untuk mensejahtrakan rakayatanya, ungkapnya. (Js)

Author: 

Related Posts

Tinggalkan Balasan