Waterfront Sintang Minim Akses Tangga

 Sintang

Waterfron.

Sintang,KRP.com

Waterfron yang dibangun oleh pemkab Sintang tahu 2020 ini dinilai banyak pihak tepat waktu, bagus, sebab manfaatnya tak terhingga bagi ibu kota Sintang sendiri.

 

Diantaranya, waterfront bertujuan menahan erosi /longsor tanah, waterfront menambah keindahan bibir sungai, waterfront dapat dijadikan destinasi wisata baru dan kegiatan ekonomi masyarakat disana pasti ada.

 

Inilah sedikit komentar masyarakat sekitar bibir sungai Kapuas atau tepatnya Jl Brigjen Katamso yang kini sedang dibangun  waterfront oleh pemerintah daerah itu.

 

Saat disambangi media ini (14/9) warga sama rata menyebut, waterfront yang dibangun itu akan memberi dampak positif bagi perekonomian mereka  kelak setelah diresmikan.

 

Hanya saja sambung warga yang berprofesi pengelola tambang (Sampan tradisional) akses tangga di dermaga sampan minim dibuat / dibangun sehingga penumpang sampan sulit naik turun waterfront.

 

“Entah memang tidak dibangun tangga permanen untuk dermaga Sampan, ini menjadi pertanyaan kami”, ujar Adi kepada media ini.

 

Hal tangga akses naik turun penumpang Sampan yang minim, juga dibenarkan warga yang beraktifitas ekonomi disana, menurut mereka tangga tersebut jika dibuat memadai jumlahnya juga akan memudahkan warga turun naik sungai.

 

Atas penilaian warga terebut, masih dihari yang sama ketika media ini hendak mengkonfirmasi kepada pemkab Sintang (Dinas PU-red) menjawab bahwa  yang mengelola  pembangunan waterfront Sintang dari Dinas PU Provinsi.

 

Demikian juga kontraktornya PT. Gelora Sarana Langgeng, juga tak bisa dihubungi media ini, adapun pengawas lapangan mengaku tak bisa bicara proyek.

 

Untuk sekedar diketahui masyarakat Sintang, proyek waterfront Sintang ini menelan dana sebesar Rp. 13.533.826.000 dari APBD murni dengan waktu pelaksanaan 240 Hari.

 

Pembangunan waterfront ini menyusuri tebing pantai sungai kapuas atau Jl Brigjen Katamso, namun hingga berita diturunkan media ini tidak mendapat informasi penting misalnya, berapa panjang waterfront, tinggi dari dasar sungai, lebar dan berapa kubik tanah dan pasir dan bahan/matrial apa saja yang dibutuhkan, termasuk alat kerja untuk membangun waterfront.

 

Kemudian apakah waterfront selesai pada tahun ini/tepat waktu dan nanti setelah selesai dibangun apakah warga dipernolehkan berdagang disana, hal ini masih ditunggu banyak warga, salah satunya Alif yang sehari-hari mengais rezeki dipinggir sungai tersebut (Igo/Js)    

 

Author: 

Related Posts

Tinggalkan Balasan