Yohanes : Pilkada Sintang 2020 Torehkan Catatan Hitam

 Sintang

Paslon 3 dan Koalisi Sintang baru saat konfrensi Pers di Kafe Canofi (16/12/2020)

Sintang, KRP.Com

Pasangan cabup-cawabup Sintang nomor  urut 3 Yohanes Rumpak – Syarifuddin, bersama ketua Koalisi Sintang baru, Jeffray Edwart, perwakilan  partai pengusung, PDIP, Gerindra, PAN dan Perindo, Rabu (16/12) adakan konfrensi pers terkait hasil pleno Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sintang.

Sebagaiamana diketahui,  Pilkada Sintang 2020, berdasarkan hitung cepat dan pleno KPU, meski belum diumumkan secara resmi oleh KPU daerah itu, dipastikan  dimenangkan paslon nomor urut satu (1) H.Jarot Winarno – Sudiyanto.

Cabup Yohanes Rumpak, dalam konfrensi persnya  menyatakan pilkada Sintang sudah berakhir namun pelaksanannya punya catatan hitam yang sulit dilupakan terutama oleh pendukungnya.

Pertama ungkap Yohanes adalah, oleh UU pemilukada dibolehkannya  dimasa tenang, calon petahana, mulai aktif jabat bupati 3 hari sebelum pencoblosan, Kedua, dengan aktifnya petahana maka penggunaan kekuasaannya memobilisasi perangkat hingga ke desa tidak dipungkiri.

Ke Tiga, Distribusi surat suara ke daerah, khususnya ke basis paslon 3 banyak yang kurang, tidak sesuai DPT, sehingga pendukung paslon 3 banyak yang tidak mencoblos.

Sebaliknya dibasis paslon satu dan dua, surat suara justru lebih ditambah 2 persen tambahan misalnya di Sintang kota, untuk menutupi kecurangan ini, paslon satu mengklaim  partisipasi masyarakat kota ikuti pilkada 2020 tinggi capai 98 %

Ke Empat, Demokrasi sudah berjalan tapi praktek penzoliman semisal penyebaran edaran fitnah kepada paslon 3 masif dilakukan.

Hal- hal inilah catatan hitam pilkada Sintang sekaligus faktor paslon 3 kalah di pilkada Sintang, yang tentunya masyarakat Sintang wajib mengetahuinya dan harapan kecuranagan ini untuk pesta demokrasi berikutnya tidak terulang. ujar Yohanes.

Yohanes kemudian berpesan kepada penguasa Sintang 5 tahun kedepan, tidak mengkriminalisasi pendukung paslon 3.

Dan, Paslon 3 serta seluruh pendukungnya, bersama masyarakat akan memonitor pembangunan Sintang 2021 – 2025 tegas Yohanes.

Sementara cawabup Syarifuddin, mengatakan, suara yang paslon 3 peroleh pada pilkada Sintang termasuk perolehan suara terbanyak pemenang ke dua, sepanjang sejarah pilkada Sintang.

Dan kekalahan paslon 3 selain yang diungkapkan pasangannya Cabup Yohanes, adalah UU pemilukada yang berpihak kepada petahana yang mengizinkan aktif 3 hari dimasa tenang sebelum hari pencoblosan.

Hal ini sekalian usul paslon 3 kepada pembuat UU pemilukada untuk mengkajinya , sambung Syarifuddin.

Mudah-mudahan di tahun 2024, UU pemilukada ada perubahan dan yang lebih utama lagi kecurangan tidak terjadi seperti pilkada Sintang tahun ini.

Saya tidak menyesali kekalahan paslon 3 bila pelaksanaan pembangunan 2021 – 2025 dilaksanakan sesuai harapan masyarakat, pesan Syarifuddin. (Js)

Author: 

Related Posts

Tinggalkan Balasan